Oleh Djoko Saryono

PENGHABISAN: telah kulampaui perih mata di ujung malam yang meratap dengan gema dan menyekap senyap se-Kartasura. dan rasa sakit pulang ke haribaan pemilik derita yang perlahan menyudahi alir nadi di seluruh raga. maka aku pun tak butuh lagi memandang keelokan dunia: pohon, gunung dan para wanita. (ada lolong serigala tiba-tiba meraja: malam pun berlumur tuba).
Sudah bisa kulampaui nyeri remuk raga di malam belati yang mengiris setiap hati dan melaburkan sepi se-Kartasura yang hilang peri. dan segala ngilu balik ke empunya duka yang lembut sekali mengakhiri denyut nadi di sekujur diri. maka aku pun tak perlu kehadiran dunia: hidup, jabatan, dan juga wanita. (ada kesiur angin cepat menebar harum: agar segala bacin tertutp parfum). “buang jazadnya!”, suara putra mahkota. sesosok raga lunglai dibawa prajurit setia. seisi Kartasura dilalap duka. “duh…kalatidha, kapan bakal tiada?!”