Oleh Djoko Saryono
NASIHAT RAMADAN 19:
Matikan, ya matikan teve yang berteriak dari ruang keluarga: kepalsuan dan dusta niscaya hilang jalan menuju aorta. lalu hening suasana puasa bakal tercipta: tadarus rasa terdengar merdu, menidurkan segenap syahwat dunia. hidupkan, ya hidupkan kesunyian di reruang diri: keinginan dan nafsu dunia bakal terdengar sepi. lantas langit hati tampak benderang sekali: tabayun kesejatian hidup tersaji di tengah ibadah puisi
NASIHAT RAMADAN 20:
Rembang pagi yang diantar cerah mentari: kehangatan yang cekat mengarungi urat nadi. Ohoi Djoko, jiwaku menyapa selembut nafiri, kalau kau cuma pengungsi di kehidupan bumi: tahukah kau kediaman sejati?! Bulu kudukku berdiri, terkesiap diri mencari kekasih tambatan abadi. Merasakan cahaya berhamburan dalam energi: memasuki segenap pori-pori. “Resapi, ya resapi!”, jiwaku menyanyi, “Kau bakal menyadari ruang abadi: tempat kediaman sejati selepas jagat raya merepih tak ada lagi!”