Oleh Djoko Saryono
NASIHAT RAMADAN 11: Matikan wahai Djoko, matikan hasrat dirimu di tengah malam sepi kecuali gerimis aneh bulan Juni: puasa hanya membutuhkan ruang kosong nafsu: di saraf-saraf tubuhmu, di desir-desir lingkar hidupmu. Biar tercipta peraduan istirah bagi seluruh anasir yang menubuhkan adamu: biar tergelar astana suci yang menjadi tempat paling berarti: di situ Dia akan datang memenuhi janji: “bukankah bulan ini bulanku sendiri”, pesan Dia di relung kitab suci. “Maka, matikan suara rayu palsu!”, jiwaku terus berlagu, “Tutup kuping dari segenap denting murahan tak penting! Maka, matikan mata pandangmu biar daki rupa tak menyerang adamu! Pejamkan mata dari segenap dusta gambar indah yang gemar merayu.” Urat nadi bergelora tak tentu terlanda arus kata jiwaku: dan saraf otot berombak terbadai kata jiwaku: dan jaringan rasa bergetaran tanpa sumbu. “Matikan wahai Djoko! Matikan segenap keinginan pribadimu di puncak kesuwungan adamu: di situ kau bakal sua eksistensi baka! Dan jangan ada bahasa: jangan ada suara: jangan ada rasa. Tak berguna semua: cuma keberserahan dan ketundukan sejati menjadikanmu menari-nari bersama shaum terberkati!”
