Oleh Djoko Saryono
MENDEKATI RUMAH: Derap kuda Ayu sudah pasti arah: derap kuda Ayu tak salah langkah. Rindang rumah sang ramanda Puger di kornea mata amat genah: jiwa Ayu jadi berbuncah bungah. “maka cemas dapat terusir dari dada: saat rumah jiwaku ada di depan mata. maka ramanda Puger bisa kusua lagi: selepas pertaruhan tubuh dan jiwa kuakhiri”. saat kuda Ayu memasuki pekarangan rumah: istana Kartasura dan Sunan Mas lindap seketika. saat Ayu menjejak tanah: ada banyak telik sandi pasang seribu mata.