IMG_20160604_110602 IMG_20160604_090154

Reportase dari Thailand
Pribadi Syar’i Pada Para Lelaki

Oleh: Mahmud Mushoffa/citizen
Lutut adalah bagian aurat lelaki muslim Thailand dan karenanya harus ditutup
Panas udara tidak menjadi alasan untuk menutup aurat, baik lelaki pun perempuan

SABTU (4/6/2016) adalah hari di mana para santri Arunsat Vitaya School, Kampung Payo, Wilayah Pattani, Thailand Selatan berlatih sepak bola di lapangan dekat kampus Princes of Songkla University di daerah Pattani Kota.
Perjalanan dari pondok Arunsat Vitaya School ke tempat tujuan sekitar 2,15 jam. Sungguh perjalanan yang cukup jauh. Kegiatan ini secara rutin diadakan satu bulan sekali.
Ada hal yang unik dan perlu dicontoh pada sekolah berbasis agama Islam di Indonesia. Pada sekolah ini, peraturan tentang menutup aurat benar-benar dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat pada saat para santri putra pondok ini memakai semacam leging yang biasa digunakan perempuan Indonesia. Kain ini berfungsi untuk menutup aurat laki-laki yang pada kebiasaan anak Indonesia tidak terlalu diperhatikan, padahal juga termasuk aurat yang harus ditutupi.
Memang di Indonesia kebanyakan perempuan yang diperhatikan atau dalam istilah jawa diwanti-wanti untuk selalu menutup aurat, sementara para lelaki diabaikan begitu saja. Tidak ada semburat muka pucat pada wajah mereka. Mereka tersenyum gembira dengan dirinya sendiri.
Seperti diungkap kepala sekolah atau mudhir versi Melayu, Ustadz Salahudin, bahwa anak lelaki wajib menutup aurat sesuai dengan ajaran agama Islam. Proses seperti inilah yang dinamakan pendidikan karakter anak melalui pendisiplinan dalam kegiatan rutinitas.
Memang pendidikan karakter tidak cukup disuarakan semata, namun harus diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Melihat hal ini, selayaknya kita harus belajar bahwa ketika sesuatu itu ingin diterapkan, tidak hanya cukup ceramah saja agar keinginan tersampaikan, namun juga penerapan pada peraturan khususnya bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Penanaman karakter seperti ini layak dijadikan teladan untuk menanamkan berbagai karakter yang baik untuk peserta didik. Menengok keinginan Presiden kita tercinta, yaitu revolusi mental, selayaknya pengaktualisasian konsep itu harus diperjelas dalam bentuk konkret karena konsep seperti itu bagi orang awam masih kabur.
“Agar tujuan menjadi jelas dan tidak amblas, butuh adanya laku yang pantas dalam kehidupan nan lepas”
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Sumber
http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/28/pribadi-syari-pada-para-lelaki