MENJELANG DATANG: silir angin bertubi-tubi memapas padat tubuh lantaran derap kuda-kuda amat kukuh: ada selaksa kenangan terungkit karena yang lalu melintas di sekian lelapis kulit. di atas punggung kuda yang masih terpacu, Ayu memanggil senyum paling rindu. “bunga-bunga kenang sudah menyambutku: hijau ingatan telah hadir menyapaku: pertanda jarak tinggal sebuku, rumah ramanda Puger segera membukakan pintu?”. bagai diguyur harum sewindu, Ayu memekarkan senyum yang di keputren Kartasura kelopoknya beku. lantas dia mulai menggambar sayang Puger sang ramanda: lalu dia melukis paras jelita Ayu Hindu sang adinda: lantas dia menggambar segala cengkerama bahagia: lalu dia melukis hari-hari lampau penuh ceria.