SEMINAR NASIONAL

poster seminar 5 oktober copy

SEMINAR NASIONAL

Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Berbasis Hasil Penelitian dan Kearifan dalam Berkehidupan

Rasional
Bahasadansastra Indonesia meruapakan salahsatu matapelajaran wajib yang diajarkan mulai pendidikan dasar dan pendidikan menengah, bahkan sampai dengan perguruan tinggi. Pembelajaran bahasa dan sastra tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dapat menghayati bahasa dan juga sastra Indonesia serta mempunyai kemampuan yang baik dan benar dalam berbahasa. pembelajaran Bahasa Indonesia di bangku sekolah diharapkan bisa membantu para peserta didik untuk mengenal dirinya sendiri, budayanya, budaya orang lain, belajar untuk menyampaikan gagasan, serta mampu menggunakan kemampuan imajinatif dan analitis yang dimilikinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sudah semestinya proses pembelajarandiselenggarakansecarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dankemandiriansesuaidenganbakat, minat, danperkembanganfisiksertapsikologispesertadidik.
Peserta didik pada hakikatnya adalah sumber dayamanusiayang merupakanaset bangsa yang berpotesi paling strategis yang harusdimobilisasidandikembangkan. Pengembangansumberdayamanusiainiperludifokuskanpadaupayamembangunmanusia yang tangguhdankompetitifsehinggasanggupmenghantarkansuatubangsamencapaitingkatkemandirian. Karenaitu, dalampembangunankarakteruntukmenujupadamentalitasbangsa yang berdayasaing, diperlukansejumlahprasyaratpokok yang dapatdijadikanacuandalamsetiap proses perwujudanrantainilai. Prasyaratpokok yang dimaksudadalah (1) sumberdayamanusiasebagaisumberdaya yang memilikiperanpentingharusterusterbarukan, (2) untukmenjaminkemandirianbangsasecaraberkesinambungan, peningkatandayasaingharusterusdilakukan, (3) untukmencetaksumberdayamanusia yang memilikimentalitasdayasaingmembutuhkansuaturantainilaidengantatanandanurutantertentu.
Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini masih menanmpung sejumlah masalah. Masalah yang terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalahputusnyamatarantainilaipembelajaran. Dalam proses pembelajaran, peningkatankapasitaspengetahuantelahdilakukan, internalisasipengetahuanbelumsepenuhnyadihayati, apalagikesanggupanuntukmelakukanperubahanpascapembelajarantampaknyamasihbelumdapatdiimplementasikansecaralengkap. Karenaitu, banyakcontohdankasusdari sejumlah ide, pemikiran, dankonsepsi yang telahdirumuskandandirancangdenganbaikhanyamenghasilkan sebataswacana. Rancangandanrumusantersebutbelumterwujudsebagailandasandalam proses pengubahanpolapikir, sikap, danperilaku, baikbagiindividumaupunmasyarakatdanbangsa.
Peserta didik adalahgenerasipenerus yang menjadi tumpuangenerasisekaranguntukmelanjutkanapa yang telahdiwariskan, mengembangkannya, dankemudianmewariskannyakembali demi kelanjutansiklus kehidupanitusendiri. Tiappeserta didikbersifat unikdalamsetiaphalkehidupannya, termasukkemampuannyabelajar, mengolah yang dipeLajari, mengintegrasikanapa yang telahditerimadengan yang barudipelajari. Melalui belajar,peserta didik akan tumbuhmenjadisosok yang lebihunikdarisebelumnya.Keunikan yang ada pada diri peserta didik perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan keunikannya masing-masing. Karena itu, dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, perlu dilakukan inovasi yang mempertimbangkan talenta peserta didik untuk mengembangkan kearifan dalam berkehidupan.
Setiappeserta didik memilikihakuntuksuksesdalamhidupnyakarenadalamdirimereka terdapat talenta. Dalamotakmanusia (peserta didik), terdapat 1 trilyunselotak yang bisadikembangkansesuaitalentamasing-masing. Karena itu, yang perlu dipikirkan oleh lembagapendidikanadalahcara membantu mereka menemukantalentasertabakat yang sudahadapadadirinyadancaramemberikan stimulus yang tepatsehinggasetiapanakbisaberkembang sesuai dengan talentanya masing-masing.Dalam hal ini, lembaga pendidikanperlu melakukan perubahan dalam proses pembelajaran agar dapat membantupeserta didik dalammembentukkarakteryang arif sebagaibekalmendasardalamberkehidupan di masyarakatkelak.

Tujuan
Seminar Nasional ini bertujuan
1) mengakomodasi gagasan orisinal yang inovatif dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia,
2) mengembangkan wawasan tentang proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang bermakna dalam kehidupan,
3) memperoleh gambaran model pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang berbasis kearifan dalam berkehidupan,
4) memperoleh gambaran model strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang berbasis penelitian, dan
5) menghasilkan solusi dan rekomendasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang inovatif untuk membangun kearifan peserta didik dalam berkehidupan.

Narasumber
1) Dr. M. Hamka, M.Pd (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud)
Pengembangan Strategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Budaya untuk Meningkatkan Kearifan Peserta Didik dalam Berkehidupan

2) Dr. Agus Triono, M.Pd. (Universitas Negeri Bengkulu)
Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Penelitian

3) Prof, Dr. Djoko Saryono, M.Pd (Guru Besar Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia UM)
Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berlandaskan pada 5 Pilar Pendidikan UNESCO

Topik-topik Makalah Undangan
Seminar Nasional ini mengundang partisipasi para partisipan untuk menulis dan menyajikan makalah yang kan dimuat dalam prosiding. Topik-topik yang dapat dipilih oleh para pemakalah undangan

DAFTAR SEGERA!